Oleh: Maiton Gurik
(Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta)
(Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta)
“Membakar semangat bagi
Pemuda Papua, agar mereka tahu bagaimana seharusnya mereka menjadi
Pemuda Papua yang berbobot, dan untuk apa mereka menggunakan bobot
intelektualitas itu untuk menolong Papua”.
Fenomena
peran pemuda dalam dunia, pernah digambarkan oleh Tom Mboya, mantan
menteri Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Republik Kenya di depan
kongres ISC, dengan menyatakan bahwa: “Pemuda dunia memainkan peranan
penting dalam kehidupan ini dan sesuatu yang tak dapat dilakukan. Di
tangan generasi muda itu terletak tujuan berjuta-juta rakyat di dunia.
Oleh karena itu, universitas bukanlah tempat mengeluarkan
resolusi-resolusi, melainkan tempat melatih anak-anak muda dan
mempersiapkan mereka dengan tujuan membuat dunia sebagai tempat yang
lebih baik dalam kehidupan ini. Generasi muda harus mengarap tantangan
modern. Anda sebagi generasi muda negara-negara yang baru akan
menghadapi tanggung jawab yang besar pada saat meninggalkan universitas
dan pada saat memangku jabatan yang pertama”.
Mantan
wakil Presiden Indonesia, Adam Malik, sebagaimana dikutip oleh Yozar
Anwar (1981:239) juga pernah berkata: “Hati setiap pemuda mengenal
keinginan dan keputusan, yang tak dapat diajak hanya dengan
ukuran-ukuran rasional. Di lain pihak, pemuda selalu dibakar oleh
cita-cita dan idealisme yang tinggi-tinggi. Mereka lincah, sigap dan
suka meledak karena penuh vitalitas. Mereka tenggelam dalam semangat
“tak mengenal mati”, dan untuk membuktikan semangat itu mereka mempunyai
kecenderungan untuk melakukan tindakan-tindakan yang ekstrem”.
Kedua
pernyataan di atas cukuplah menggambarkan bahwa tidak ada sejarah
perubahan di setiap jengkal bumi Tuhan ini, di seluruh belahan
negara-negara dunia terutama negara-negara yang mengalami gerakan
revolusi seperti Prancis, Inggris, Italia, Cuba dan Indonesia tentunya,
yang luput dari peran pemuda.
Pemuda
selalu berada di garda paling depan dalam era perubahan. Karenanya,
adalah suatu hal yang mustahil bila setiap perubahan besar yang tanpa
ada peran pemuda.
Papua adalah negeri
yang indah dan kaya, yang tengah sakit, membebaskan Papua dari derita
panjangnya tidak cukup hanya dengan mengenali penyakitnya saja, tanpa
mencari dan menemukan obatnya, tidak bisa pula hanya bermodal keinginan
untuk menolong Papua, tapi sang penolong dan pembebasnya tidak memiliki
kemapanan diri dan semangat persatuan yang berkobar-kobar, sebab itulah
modal yang harus dimiliki oleh para penolong dan pembaharu Papua.
Pemuda
Papua merupakan salah satu komponen penting yang sangat menentukan arah
pembangunan Papua ke depan, bentuk dan pola gerakan pembaharuan bumi
Papua, serta masa depan Papua dengan NKRI tentu sangat ditentukan oleh
peran pemuda Papua. Apapun rumusnya, tetap dalam bingkai NKRI atau lepas
dari NKRI, Papua sepenuhnya ada pada nadi dan semangat tarung para
pemudanya. Tentu pemuda Papua yang mampu melakukan itu adalah pemuda
Papua yang berkualitas, kritis, berani dan intelektual, bukan pemuda
Papua recehan, bukan pemuda Papua kacangan, bukan pemuda Papua karbitan,
yang hanya foya-foya dan enggan untuk belajar dan menempa dirinya
menjadi berkualitas. Tetapi pemuda Papua yang berkualitas tinggi,
sehingga tidak gagap konsep dalam menawarkan gagasan-gagasan progresif,
bahkan radikal dalam perubahan Papua.
Papua
butuh ratusan bahkan ribuan pemuda yang sadar akan tanggung jawab
perubahan itu, Papua butuh ratusanbahkan ribuan pemuda yang mampu
membantu perjuangan Lukas Enembe, Freddy Numberi, Socrates Sofyan Yoman,
Buchtar Tabuni, Yunus Wonda, Timotius Murib, Victor Yeimo bahkan
martir-martir Papua lainnya yang mengangkat dan membebaskan Papua dari
ketertinggalan, dari penindasan dan ketidakadilan yang berkepanjangan.
Artikel
ini ditulis, sebagai dedikasi untuk bumi Papua, sekaligus sebagai
pembakar semangat bagi pemuda Papua, agar mereka tahu bagaimana
seharusnya mereka menjadi pemuda Papua yang berbobot, dan untuk apa
mereka menggunakan bobot intelektualitas itu dalam menolong Papua.
Diramu secara apik dalam 2-3 halaman, artikel ini sejatinya adalah spirit
sekaligus pemandu bagi para pemuda Papua yang hendak menemukan jati
dirinya sebagai pejuang, yang harus mempersiapkan diri secara matang,
untuk sebuah gerakan yang lebih berarti dan memberikan dampak besar.
Semua itu, harus diawali dari kesadaran bersama untuk berjuang bersama
demi negeri bersama Papua, bumi Melanesia-Cenderawasih yang kita cintai.
Sumber:
Tulisan Artikel saya ini pernah muat di media online dan cetak: http://suarapapua.com/2016/06/21/pemuda-papua-bersatulah/