Friday, 15 January 2016

Pemuda Papua di Tengah Era Persaingan Globalisasi

  Oleh: Maiton Gurik 
 (Pengurus  KNPI Provinsi Papua) 

PAPUA –  Pemuda, banyak sekali definisi tentang pemuda. Mulai dari pemuda adalah ujung tombak bangsa, pemuda adalah semangat berkarya dan pemuda adalah generasi penerus yang akan membawa revolusi di Papua. Itu semua adalah beberapa definisi yang telah saya lihat di berbagai media berita tulisan, dan lain-lainnya. Mungkin itu juga adalah sebagai perwakilan dari harapan bangsa. Dari hal-hal yang saya lihat itu dapat saya tarik sebuah pengertian, pemuda adalah sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dan sifat lainnya yang disadari dan dilakakukan dengan semangat muda untuk mengarahkan bangsa ke arah yang lebih baik dan cemerlang. Betapapentingnya peran pemuda dalam suatu bangsa. Sebab itulah, pemuda pada dasarnya harus ada dan mutlak adanya. Sebab pemuda sebenarnya merupakan sosok yang paling memiliki power untuk mengarungi sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara ke depan. Pemuda dapat dikatakan sebagai generasi pelanjut dan pelurus. Kaum muda merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan karena kaum muda bergerak atas nilai-nilai idealisme dan moralitas dalam melihat persoalan yang ada, demi tercapainya kesejahteraan bangsa dan negara. Di belahan bumi manapun termasuk Papua, pemuda memiliki peranan yang sangat penting. Pemuda akan menjadi tulang punggung bangsa dimasa yang akan datang, pemuda akan menjadi harapan bangsa dalam membangun dan menjaga identitas bangsa dimata semua negara dan dunia.

Bicara tentang pemuda di Papua menurut saya sudah bukan lagi pemuda yang menunjukan karakter dari Daerah kita tercinta ini yaitu Papua karena pemuda Papua sekarang ini merupakan pemuda yang kurang tangguh dalam menghadapi terjangan arus globalisasi yang masuk. Tidak seperti zaman dahulu pemuda yang tangguh dan ulet. Pada masa sekarang ini, Pemuda kebanyakan hanya merusak moral mereka, banyak hal yang menyebabkan mereka seperti itu. Zaman era global salah satu pemicunya, dimana budaya barat dengan bebasnya masuk ke Papua yang akhirnya berdampak negatif terhadap peran pemuda Papua dalam menjaga identitas bangsa semakin pudar. Nilai barat yang tidak sesuai dengan budaya timur diadopsi secara mentah-mentah oleh para pemuda Papua, seperti  bertindak anarkis, memakai ganja, seks bebas, tawuran, miras yang membuat moral pemuda Papua hancur. Sehingga kondisi pemuda sekarang tidak lagi menjunjung tinggi karakteristik pemuda. Karakteristik Pemuda yang kami maksud disini adalah budaya dan moralitas. Salah satu pemicu hal-hal negatif terjadi pada pemuda yaitu kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, gampang terpancing oleh hal-hal di sekitar. Beberapa kalangan menganggap pemuda saat ini bermental pragmatis. Adapula yang menyebut makin terkikisnya spirit nasionalisme, anak muda cenderung cuek, apatis dan senang mencari jalan pintas (instant). Mereka saat ini dianggap lemah, kurang gigih dan kehilangan identitas diri. Apabila kita kembali melihat perjuangan Bangsa Indonesia atau yang dikenal sebagai masa kejayaan nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya kala itu adalah sosok pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk memajukan nusantara. Hingga akhirnya bisa membawa nusantara berada dalam puncak kejayaan. Pertanyaannya siapakah yang berpotensi lebih untuk, mewujudkan kembali hal-hal tersebut?

Tentunya bukan golongan anak-anak, karena mereka adalah tunas yang masih mencontoh, juga bukan golongan orang dewasa, tidak hanya karena tenaga mereka yang sudah berkurang, melainkan golongan inilah yang diharapkan untuk men-support baik moril maupun materil, agar kerja-kerja kebaikan ini dapat berjalan dengan baik. Tepat sekali kalau kita tasbihkan bahwa golongan pemudalah yang berpotensi lebih untuk mewujudkan Negara yang terurus. saya teringat akan kata –kata presiden pertama Republik Indonesia ini, Ir Soekarno yakni “ beri saya seorang pemuda, maka saya akan mengubah dunia”. Perkataan beliau memang sangat benar, golongan pemudalah yang paling bergelora semangatnya, merekalah yang paling keras ikhtiarnya, merekalah yang paling cerdas pemikirannya, dan paling kuat tenaganya. Merekalah yang akan dicontoh oleh adik-adik kita, merekalah yang yang harus di support oleh golongan dewasa, merekalah pribadi, sosok, seseorang, makhluk tuhan, manusia yang tidak hanya bisa kita bayangkan, tetapi juga wujudkan. Mari kita ciptakan golongan pemuda yang ikhlas di negeri ini, tidak hanya sebatas menciptakan tapi kita harus melestarikannya. Papua dengan jumlah SDM pemuda yang melimpah seharusnya dapat menjadi Papua yang bangkit dari segala bentuk keterpurukan, hal ini akan terwujud bila terdapat banyak golongan pemuda yang ikhlas . jadi, hidup golongan pemuda yang ikhlas. Dan juga kita sebagai pemuda Papua harus bersikap kritis terhadap arus perkembangan globalisasi yang begitu derasnya mengalir masuk ke negeri kita tercinta ini yaitu Papua agar menjadi pemuda Papua yang kritis, cerdas, dan kreatif. Adapun harapan saya di masa mendatang akan terbentuk semua jiwa pemuda seperti hal-hal di bawah ini agar permasalah negri ini dapat kita atasi bersama. Perkembangan negri ke depan banyak ditentukan oleh peranan pemuda sebagai generasi penerus dan pewaris.

Kita memerlukan generasi yang handal, dengan beberapa sikap diantaranya daya kreatif dan innovatif, dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, kritis dan dinamis, memiliki vitalitas tinggi, tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan. memahami nilainilai budaya luhur, siap bersaing dalam knowledge based society, punya jati diri yang jelas, hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny, individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia, yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan, memahami dan mengamalkan nilainilai ajaran agama sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisikmaterial, tanpa harus mengorbankan nilainilai kemanusiaan. Pemuda harus sadar bahwa masa depan neg’ri dan kepemimpinan negri berada di tangannya.

Untuk itu marilah pemuda Papua, pemuda harapan bangsa, latihlah terus jiwa kepemimpinan dalam diri kita. Latihlah jiwa pemimpin yang dekat dengan rakyat, karena untuk apa menjadi pemimpin apabila hanya duduk di atas singgasana tanpa memperdulikan nasib rakyat. Suatu perubahan seringkali tidak perlu menunggu orang banyak. Dia akan bergulir dengan sendirinya bersama para pemuda yang teguh dengan komitmennya untuk perubahan. Kita sebagai pemuda harapan bangsa, pemuda yang dirindukan raktat papua marilah terus melakukan optimalisasi diri. Tidak perlu memulai dari hal-hal yang besar, tapi mulailah dari hal-hal yang kecil. Mulailah dari diri kita sendiri, kemudian ajaklah lingkungan sekitar kita. Teruskan sejarah perjuangan bangsa Papua karena kita, pemuda Papua, merupakan ahli waris cita-cita bangsa yang sah dan sekaligus sebagai generasi penerus Perjuangan.

Peran kita saat ini adalah menjadi bagian dari masyarakat aktif mendorong kemajuan bangsa dengan melakukan berbagai kegiatan yang konstruktif, baik melalui organisasi kepemudaan maupun profesi yang digeluti. Peran masa depan dilakukan dengan membekali diri dan mengisi kompetensi. Sehingga ketika nanti mencapai tahap dewasa, pemuda dapat meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini dengan baik dan bertanggung jawab. Hidup…!! Pemuda Papua.

Sumber : 
Tulisan saya ini pernah muat di suara baptis Papua online: http://suarabaptispapua.org/