Oleh: Maiton Gurik
(Pengurus KNPI Provinsi Papua)
(Pengurus KNPI Provinsi Papua)
PAPUA –
Pemuda, banyak sekali definisi tentang pemuda. Mulai dari pemuda adalah
ujung tombak bangsa, pemuda adalah semangat berkarya dan pemuda adalah
generasi penerus yang akan membawa revolusi di Papua. Itu semua adalah
beberapa definisi yang telah saya lihat di berbagai media berita
tulisan, dan lain-lainnya. Mungkin itu juga adalah sebagai perwakilan
dari harapan bangsa. Dari hal-hal yang saya lihat itu dapat saya tarik
sebuah pengertian, pemuda adalah sosok individu yang berusia produktif
dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis,
berpikiran maju, memiliki moralitas, dan sifat lainnya yang disadari dan
dilakakukan dengan semangat muda untuk mengarahkan bangsa ke arah yang
lebih baik dan cemerlang. Betapapentingnya peran pemuda dalam suatu
bangsa. Sebab itulah, pemuda pada dasarnya harus ada dan mutlak adanya.
Sebab pemuda sebenarnya merupakan sosok yang paling memiliki power untuk
mengarungi sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara ke depan. Pemuda
dapat dikatakan sebagai generasi pelanjut dan pelurus. Kaum muda
merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan karena kaum muda
bergerak atas nilai-nilai idealisme dan moralitas dalam melihat
persoalan yang ada, demi tercapainya kesejahteraan bangsa dan negara. Di belahan bumi manapun termasuk Papua,
pemuda memiliki peranan yang sangat penting. Pemuda akan menjadi tulang
punggung bangsa dimasa yang akan datang, pemuda akan menjadi harapan
bangsa dalam membangun dan menjaga identitas bangsa dimata semua negara
dan dunia.
Bicara tentang pemuda di
Papua menurut saya sudah bukan lagi pemuda yang menunjukan karakter dari
Daerah kita tercinta ini yaitu Papua karena pemuda Papua sekarang ini
merupakan pemuda yang kurang tangguh dalam menghadapi terjangan arus
globalisasi yang masuk. Tidak seperti zaman dahulu pemuda yang tangguh
dan ulet. Pada masa sekarang ini, Pemuda kebanyakan hanya merusak moral
mereka, banyak hal yang menyebabkan mereka seperti itu. Zaman era global
salah satu pemicunya, dimana budaya barat dengan bebasnya masuk ke
Papua yang akhirnya berdampak negatif terhadap peran pemuda Papua dalam
menjaga identitas bangsa semakin pudar. Nilai barat yang tidak sesuai
dengan budaya timur diadopsi secara mentah-mentah oleh para pemuda
Papua, seperti bertindak anarkis, memakai ganja, seks bebas, tawuran,
miras yang membuat moral pemuda Papua hancur. Sehingga kondisi pemuda
sekarang tidak lagi menjunjung tinggi karakteristik pemuda.
Karakteristik Pemuda yang kami maksud disini adalah budaya dan
moralitas. Salah satu pemicu hal-hal
negatif terjadi pada pemuda yaitu kelemahan mecolok dari seorang pemuda
adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, gampang terpancing
oleh hal-hal di sekitar. Beberapa kalangan menganggap pemuda saat ini
bermental pragmatis. Adapula yang menyebut makin terkikisnya spirit
nasionalisme, anak muda cenderung cuek, apatis dan senang mencari jalan
pintas (instant). Mereka saat ini dianggap lemah, kurang gigih dan
kehilangan identitas diri. Apabila kita kembali melihat
perjuangan Bangsa Indonesia atau yang dikenal sebagai masa kejayaan
nusantara, justru yang membawa nusantara berjaya kala itu adalah sosok
pemimpin dari seorang pemuda yang mempunyai kemauan keras untuk
memajukan nusantara. Hingga akhirnya bisa membawa nusantara
berada dalam puncak kejayaan. Pertanyaannya siapakah yang berpotensi
lebih untuk, mewujudkan kembali hal-hal tersebut?
Tentunya bukan golongan anak-anak, karena mereka adalah tunas yang masih
mencontoh, juga bukan golongan orang dewasa, tidak hanya karena tenaga
mereka yang sudah berkurang, melainkan golongan inilah yang diharapkan
untuk men-support baik moril maupun materil, agar kerja-kerja kebaikan
ini dapat berjalan dengan baik. Tepat sekali kalau kita tasbihkan bahwa
golongan pemudalah yang berpotensi lebih untuk mewujudkan Negara yang
terurus. saya teringat akan kata –kata presiden pertama Republik
Indonesia ini, Ir Soekarno yakni “ beri saya seorang pemuda, maka saya
akan mengubah dunia”. Perkataan beliau memang sangat benar, golongan
pemudalah yang paling bergelora semangatnya, merekalah yang paling keras
ikhtiarnya, merekalah yang paling cerdas pemikirannya, dan paling kuat
tenaganya. Merekalah yang akan dicontoh oleh adik-adik kita, merekalah
yang yang harus di support oleh golongan dewasa, merekalah pribadi,
sosok, seseorang, makhluk tuhan, manusia yang tidak hanya bisa kita
bayangkan, tetapi juga wujudkan.
Mari kita ciptakan golongan pemuda yang
ikhlas di negeri ini, tidak hanya sebatas menciptakan tapi kita harus
melestarikannya. Papua dengan jumlah SDM pemuda yang melimpah seharusnya
dapat menjadi Papua yang bangkit dari segala bentuk keterpurukan, hal
ini akan terwujud bila terdapat banyak golongan pemuda yang ikhlas .
jadi, hidup golongan pemuda yang ikhlas. Dan juga kita sebagai pemuda
Papua harus bersikap kritis terhadap arus perkembangan globalisasi yang
begitu derasnya mengalir masuk ke negeri kita tercinta ini yaitu Papua
agar menjadi pemuda Papua yang kritis, cerdas, dan kreatif. Adapun
harapan saya di masa mendatang akan terbentuk semua jiwa pemuda seperti
hal-hal di bawah ini agar permasalah negri ini dapat kita atasi bersama.
Perkembangan negri ke depan banyak ditentukan oleh peranan pemuda
sebagai generasi penerus dan pewaris.
Kita memerlukan generasi yang
handal, dengan beberapa sikap diantaranya daya kreatif dan innovatif,
dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, kritis dan dinamis, memiliki
vitalitas tinggi, tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita
baru di era kesejagatan. memahami nilainilai budaya luhur, siap bersaing
dalam knowledge based society, punya jati diri yang jelas, hakekatnya
adalah generasi yang menjaga destiny, individu yang berakhlak berpegang
pada nilai-nilai mulia, yang patuh dan taat beragama akan berkembang
secara pasti menjadi agen perubahan, memahami dan mengamalkan nilainilai
ajaran agama sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi
emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisikmaterial, tanpa
harus mengorbankan nilainilai kemanusiaan. Pemuda harus sadar bahwa masa
depan neg’ri dan kepemimpinan negri berada di tangannya.
Untuk itu marilah pemuda Papua,
pemuda harapan bangsa, latihlah terus jiwa kepemimpinan dalam diri kita.
Latihlah jiwa pemimpin yang dekat dengan rakyat, karena untuk apa
menjadi pemimpin apabila hanya duduk di atas singgasana tanpa
memperdulikan nasib rakyat. Suatu perubahan seringkali tidak perlu
menunggu orang banyak. Dia akan bergulir dengan sendirinya bersama para
pemuda yang teguh dengan komitmennya untuk perubahan. Kita sebagai
pemuda harapan bangsa, pemuda yang dirindukan raktat papua marilah terus
melakukan optimalisasi diri. Tidak perlu memulai dari hal-hal yang
besar, tapi mulailah dari hal-hal yang kecil. Mulailah dari diri kita
sendiri, kemudian ajaklah lingkungan sekitar kita. Teruskan sejarah
perjuangan bangsa Papua karena kita, pemuda Papua, merupakan ahli waris
cita-cita bangsa yang sah dan sekaligus sebagai generasi penerus Perjuangan.
Peran kita
saat ini adalah menjadi bagian dari masyarakat aktif mendorong kemajuan
bangsa dengan melakukan berbagai kegiatan yang konstruktif, baik melalui
organisasi kepemudaan maupun profesi yang digeluti. Peran masa depan
dilakukan dengan membekali diri dan mengisi kompetensi. Sehingga ketika
nanti mencapai tahap dewasa, pemuda dapat meneruskan tongkat estafet
kepemimpinan bangsa ini dengan baik dan bertanggung jawab.
Hidup…!! Pemuda Papua.
Sumber :
Tulisan saya ini pernah muat di suara baptis Papua online: http://suarabaptispapua.org/